Tugas 5 Aspek Pemasaran Dalam Berwirausaha
ASPEK
PEMASARAN DALAM BERWIRAUSAHA
Pemasaran adalah kegiatan meneliti kebutuhan dan keinginan
konsumen, menghasilkan barang atau jasa, menentukan harga, mempromosikan dan
mendistribusikan barang dan jasa. Atau suatu kegiatan yang mengusahakan agar
produk yang dipasarkannya itu dapat diterima dan disenangi oleh pasar. Ada
beberapa aspek pemasaran yang bisa membantu suksesnya proses berwrausaha yang
perlu diketahui diantanya yaitu sebagai berikut
1.
Rencana pemasaran (marketing plan)
Sebelum menyusun marketing plan maka wirausaha harus mengetahui
seluk beluk atau konsep-konsep pemasaran dan segala informasi telah
dikumpulkan, maka seorang wirausaha baru menulis marketing plannya.
Untuk menyusun marketing plan maka perlu dijawab tiga pertanyaan
berikut:
·
Where have we been ?
·
Where do we wan to go?
·
How do we get there
(Hisrich-Peters, 1905: 139)
Pertanyaan di atas perlu diidentifikasi dan dijawab dari mana
kita berangkat? Untuk itu harus diperhatikan latar belakang perusahaan,
kekuatan dan kelemahan perusahaan, bagaimana keadaan persaingan, serta
bagaimana peluang dan kendala yang dihadapi.
Kemudian kemana arah yang dituju? Disini perlu ditetapkan
sasaran marketing untuk masa yang akan datang.
Lalu bagaimana mencapai sasaran itu? Disinilah perlu ditetapkan
strategi pemasaran. Mungkin juga perlu dilakukan penelitian pemasaran. Anggaran
belanja perlu disiapkan untuk pelaksanaan rencana ini.
2.
Menyusun marketing
plan
Format marketing plan tentu tidak sama pada semua perusahaan,
karena kegiatan uasahanya berbeda. Akan tetapi, yang penting adalah core
strategy-nya, marketing plan memuat hal-hal sebagai berikut:
1.
Analisis situasi
(S.W.O.T)
2.
Tujuan pemasaran (marketing objectives)
3.
Strategi inti (core strategy)
4.
Jadwal pelaksanaan (action plan)
5.
Anggaran pemasaran (marketing budget)
6.
Kontrol (control)
3.
Analisis (S.W.O.T)
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan
untuk mengevaluasi kekuatan (Strengths),
kelemahan (Weaknesses), peluang
(Opportunities), dan ancaman (Threats) dalam suatu spekulasi
bisnis. Yang dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan
dari peluang (opportunities)
yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya
bagaimana kekuatan (strengths)
mampu menghadapi ancaman (threats)
yang ada, dan yang terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat
ancaman (threats) menjadi nyata
atau menciptakan ancaman baru.
4.
Konsep A I D A + S
Didalam setiap kegiatan bisnis harus diusahakan agar
wirausahawan memprhatikan konsep AIDA+S.
AIDA+S merupakan singkatan dari :
A = Attention
I =
Interest
D = Desire
A = Action
S =
Satisfaction
Konsep ini berlaku untuk setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh
bisnis ysng dapat menarik hati konsumen/langganan. Misalnya kegiatan membuat
suatu produk yang memuaskan konsumen, kegiatan melayani konsumen pada sebuah
pertokoan atau kegiatan-kegiatan lainnya.
Pertama kali konsumen berhubungan dengan perusahaan tertentu
muncul terlebih dahulu perhatian (Attention) misalnya pada saat konsumen lewat
didepan sebuah toko. Konsumen tersebut memperhatikan satu jenis barang yang
dipajangkan dietalase toko. Kemudian konsumen tersebut timbul minatnya
(Interest), lalu dia masuk ke dalam toko. Setelah masuk kedalam toko dia masuk
mencari pelayan dan minta diambilkan barang yang dia ingini. Ini berarti
keinginannya (Desire) makin meningkat. Kemudian dia menanyakan berapa harganya,
lalu tawar-menawar, cocok harga, langsung dibayar di kas (Action). Setelah barang
dibawa pulang ke rumah lalu dipakai (seandainya bentuk pakaian atau dimakan
dalam bentuk makanan. Setelah barang tersebut dikonsumsi maka muncul dua
keinginan konsumen tersebut puas atau tidak puas.
Tujuan dari setiap pemasaran ialah menimbulkan kepuasan bagi
konsumen. Jika konsumen puas terhadap barang tersebut atau terhadap pelayanan
toko tersebut maka konsumen akan melakukan pembelian ulang. Jika konsumen tidak
puas maka dia tidak akan melakukan pembelian ulang dan akan memberikan reaksi
negatif serta menginformasikan reaksi negatif itu kepada keluarganya,
sahabatnya, sehingga, sehingga pemasaran produk tersebut tidak mencapai
sasaran. Hal ini dapat menimbulkan kegagalan bagi perusahaan.
5.
Wirausaha Harus
Melaksanakan Konsep Pemasaran
Ada lima konsep yang berkembang yaitu konsep produksi
(production consept), Konsep produk (product consept), konsep penjualan
(selling cosept), konsep pemasaran (marketing consept), konsep sosial (sosietal
consept).
Evolusi yang terdapat dalam perkembangan kehidupan manajemen
ialah :
·
Konsep Produksi
(Production Consept)
Konsep produksi bertitik tolak dari anggapan, bahwa konsumen
ingin produk yang harga murah dan mudah didapatkan dimana-mana,. Produsen yang
menganut konsep ini, akan membuat produksi secara massal, menekankan biaya
dengan efisiensi tinggi, sehingga harga pokok pabrik bisa ditekan dan harga
jual lebih rendah dari saingan.
·
Konsep Produk (Product
Consept)
Pada saat barang masih langka di pasar, maka produsen memusatkan
perhatian pada teknis pembuatan produk saja. Produsen belum memperhatikan
selera konsumen. Produsen hanya membuat barang dengan to please onself, hanya
menuruti bagaimana selera prosusen sendiri. Produsen hanya melihat kecermin,
tidak melihat jendela. Orang melihat cermin hanya memperhatikanwajahnya saja,
yaitu ia membuat barang yang cocok dengan kemauannya. Lain halnya dengan
melihat jendela, berarti melihat orang yang berada di luar/di jalan, produsen
memperhatikan orang lain.
·
Konsep Penjualan
(Selling Cosept)
Disini produsen membuat barang, kemudian harus menjual barang
itu, denagn berbagai teknik promosi. Hal yang penting disini ialah adanya
kegiatan promosi secara meksimal. Paham dari konsep ini aialah, konsumen pasti
akan mau membeli barang, bila mereka dirangsang untuk membeli. Promosi
besar-besaran adalah merupakan ciri khas dari selling concept.
·
Konsep Pasar
(Marketing Consept)
Disini produsen tidak sekedar membuat barang, tidak pula asal
melancarkan promosi. Akan tetapi, produsen memusatkan perhatian pada perhatian
konsumen, produsen memperhatikan needs dan wants dari konsumen. Dalam hal ini
produsen tidak lagi melihat cermin tetapi dia meliahat jendela. Dengan melihat
jendela berarti dia memeperhatikan orang yang berada diluar bagaimana
gerak-gerik, perilaku, dan kebiasaan-kebiasaan, selera konsumen. Jadi produsen
tidak hanya memperhatikan kebutuhan konsumen, tetapi juga memperhatikan apa
keinginan konsumen. Konsumen tidak hanya sekedar membeli fisik barang, tetapi
yang mengharapkan sesuatu dari barang itu, ini yang disebut dengan wants, yaitu
ada sesuatu yang lain yang diharapkan setelah membeli barang tersebut. Jika ini
dapat dipuaskan, maka kegiatanmerketing perusahaan akan mencapai sukses.
·
Konsep Pemasaran
Berwawasan Sosial (Sosial Concept) Responsibility
Tingkat orientasi pada rasa tanggung jawab sosial dan
kemanusiaan,. Krena banyaknya kritik dan sorotan dari luar perusahaan, baik
yang datang dari pemerintah, maupun dari masyarakat melalui lembaga konsumen,
maka perusahaan harus memiliki rasa tanggung jawab moral, untuk melayani
masyarakat sebaik-baiknya. Tanggung jawab sosial ini dalam artiluas, harus
menghasilkan barang yang baik tidak merusak kesehatan masyarakat. Menggunakan
seumber daya alam secara bertanggung jawab, selalu menjaga kebersihan air dan
kebersihanudara dari ancaman polusi, mengurangi kebisingan oleh mesin pabrik.
Smeua ini harus dalam rangka menciptakan suasana kehidupan yang baik dan
tenteram dengan penuh rasa tanggung jawab tidak mementingkan keuntungan
perusahhan semata.
Artinya konsep marketing yang berwawasan sosial adalah konsep
yang berusaha memenuhi kebutuhan keinginan dan minat konsumen sehingga dapat
memenuhi kepuasan konsumen secara efisien dan efektif dan membuat kehidupan
masyarakat menjadi lebih baik.
6.
Tiga Komponen
Marketing Consept
Sasaran
utama marketig konsept ialah kepuasan konsumen. Untuk mencapai sasaran
tersebut, ada tiga komponen penting yaitu cutomer needs and wants,
organizationally integrated marketing strategi and goals (Bygrave 1994:68).
Inti dari marketing konsep ini ialah bukan membuat konsumen mengikuti keinginan
produsen, tapi sebaliknya mengharuskan produsen memahami dan berusaha mengikuti
selera konsumen.
Marketing mulai dengan pertanyaan apakah yang ingin dibeli oleh
konsumen? Jawabannya adalah kepuasan. Konsumen mencari nilai dan terpenuhi
keinginannya.
Komponen kedua yang membentuk marketing consept ialah organisasi yang terintegrasi, yang
utuh. Walaupun bisnis sudah bertumbuh dari hanya beberapa orang pendiri telah
memiliki ratusan karyawan, namun harus tetap satu arah yaitu customer focus.
Semua orang dari segala bidang, harus mempunyai pandangan sama, langsungatau
tidak langsung harus selalu membuat konsumen mempunyai persepsi yang baik
terhadap perusahaan. Langkah-langkah yang agak filosofis ini memberikan fondasi
yang kuat untuk mengembangkan customer oriented, dalam sebuah organisasi
perusahaan.
Komponen ketiga ialah goal achievement. Memang tujuan perusahaan ialah
meningkatkan volume penjualan, tapi jangan hanya menekankan penigkatan volume,
juga harus membuat kegiatan marketing lebih efektif yang menunjang terhadap
penjualan yang menguntungkan. Tujuannya lainnya ialah meningkatkan image
terhadap perusahaan, dan memprluas marketing share.
Untuk mengimplementasikan marketing consept, maka perusahaan
harus memiliki informasi yang lengkap tentang keinginan konsumen, agar produk
yang dijual cocok dengan selera konsumen dan dapat terjual dengan sendirinya.
Sekarang ini konsumen jauh beda denagn konsumen zaman dulu. Mereka sekarang ini
sangat sensitif terhadap berbagai hal, seperti model, kualitas, harga, tempat
belanja, layanan, dsb. Mereka ingin dilayani cepat dan lebih baik, jika tidak
mereka akan lari kepenjual lain.
7.
Mengutamakan Pelanggan
Lebih dari 35 tahun yang lalu Peter Drucker telah menyatakan
bahwa tugas utama perusahaan adalah untuk menciptakan pelanggan. Pada saat ini
perusahaan saling bersaing memperebutkan para pelanggan. Dalam situasi Buyer
market (pembeli menjadi raja), perusahaan harus berjuang untuk mencari dan
memelihara langganannya.
Untuk memelihara langganan maka tentu saja langganan harus
memperoleh kepuasan melalui nilailebih yang diterimanya dibandingakan dengan
uanag yang dia keluarkan untuk memperoleh sesuatu barang.
Artinya kepuasan adalah rasa senang, lega, atau kecewa pelanggan
yang membandingkan kesannya terhadap produk atau jasa yang dia beli dihubungkan
dengan manfaat yang dia harapkan.
Untuk menjaga kepuasan pelanggan tersebut meka perusahaan
mencoba melakukan apa yang disebut dengan integrated marketing (pemasaran
terpadu). Philip Kotler, (1997:23) menyatakan bahwa : When all the company’s
departmen work together to serve the customer’s interests, the result is
integrated marketing. Jadi integrated marketing ini berarti suatu keterpaduan
diantara para karyawan secara bersama-sama ,memberikan pelayanan yang memuaskan
kepada konsumen. Oleh sebabitu, seorang pemimpin perusahaan (seorang wirausaha)
harus membanahi, mendidik para karyawannya agar semuanya mempunyai arah, sikap,
sasaran untuk memuaskan konsumen.
8.
Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran adalah meilih dan menganalisa pasar sasaran
yang merupakan suatu kelompok orang yang ingin dicapai oleh perusahaan dan
menciptakan suatu bauran pemasaran yang cocok dan yang dapat memuaskan pasar
sasaran tersebut.
Perusahaan perlu menetapkan strategi dasar atau disebut grand strategy atau strategi
inti. Jika grand strategi ini sudah benar maka diharapkan perusahaan dapat
menguasai market share yang
luas ataupun market position yang
mantap. Market share atau pangsa pasar artinya penguasaan luas pasar. Sedangkan
market position ialah kedudukan yang kokoh dari suatu produk pada suatu pasar.
Misalnya mobil-mobil buatan jepang memiliki pangsa pasar yang luas sedangkan
mobil-mobil buatan jerman meiliki market position yang tidak tergoyahkan.
Dalam menyusun strategi pemasaran ada dua variabel utama yang
perlu dipertimbangkan, yaitu:
·
Variabel yang dapat
dikontrol
·
Variabel yang tidak
dapat dikontrol oleh pengusaha.
·
Variabel yang dapat
dikontrol oleh wirausahan adalah:
·
Market segmentation
·
Market budget
·
Timing
·
Market mix
·
Marketing segmentation
Di sini pengusaha harus menetapkan strategi arah sasaran dari
pemasrannya. Apakah sasaran pemasarannya ditujukan ke seluruh lapisan
masyarakat konsumen, atau hanya menetapkan segmen pasar tertentu saja.
Ada berbagi cara untuk menyusun segmen pasar, antara lain:
1.
Berdasarkan Geografis Dalam
hal ini pasar dapat di pilah-pilah berdasarkan kebangsaan, propinsi, kota, dan
sebagainya.
2.
Berdasarkan Demografis
Dalam hal ini pasar di bagi atas variabel-variabel jenis kelamin, umur, jumlah
anggota keluarga, pendapatan, jabatan, pendidikan, agama, suku, dan sebagainya.
3.
Berdasarkan
Psikografis Dalam hal ini pasar dipilah-pilah berdasarkan kelompok-kelompok
kelas social, gaya hidup, keprbadian.
4.
Berdasarkan Perilaku Segmentasi
ini berdasarkan atas pegetahuan, sikap, pemakaian atau tanggapan konsumen
terhadap suatu produk, untuk membentuk segmentasi perilaku ini maka perlu
dipertimbangkan
faktor-faktor berikut:
·
Kejadian : maksudnya
kapan permintaan terhadap sesuatu.
·
Manfaat : tentang
manfaat masyarakat membeli suatu produk.
·
Status pemakai :
pemakai pertama kali, pemakai tetap, atau pemakai potensial dari suatu produk.
·
Tingkat pemakaian :
kelompok pemakai ringan, sedang, dan pemakai berat.
·
Kesetiaan : kesetiaan
kelompok masyarakat tertentu terhadap merek tertentu, sifat kesetiaan ini harus
diciptakan oleh para pengusaha
·
Market Budget
Strategi penetapan jumlah dana untuk kegiatan marketing sangat
mempengaruhi keberhasilan pemasaran. Pada umumnya bila dana bertambah untuk kegiatan
marketing maka jumlah penjualan meningkat. Namun tidak selalu demikian, bahwa
peningkatan dana kegiatan marketing tidak otomatis akan meningkatkan jumlah
penjualan. Berapa besarnya jumlah anggaran belanja marketing, sangat tergantung
pada barang yang dipasarkan, dan sesuai pula dengan pengalaman pengusaha.
·
Timing
Di sini para pengusaha harus menjaga waktu, kapan ia harus
melancarkan pemasaran barang-barangnya, atau kapan sebuah toko atau restoran
harus dibuka. Di sinilah letaknya ungkapan Time is Money, waktu itu adalah uang, siapa dulu ia dapat.
Jika kita sudah mulai, kita tidak boleh lengah terhadap kemungkinan masuknya
saingan baru, dengan cara selalu menjaga mutu barang, pelayanan, dan
sebagainya.
·
Marketing Mix
Marketing Mix berarti bauran pemasaran yaitu kegiatan
mengkombinasikan berbagai kegiatan marketing agar dicapai kombinasi maksimal
dan hasil yang memuaskan. Ada 7 elemen yang menjadi komponen marketing mix,
yang di kenal dengan 7P, elemen 7P ini terdiri atas 4P tradisional berlaku
untuk pemasaran barang dan 3P lagi tambahan untuk pemasaran jasa.
P1 = Product
Produk adalah merupakan titik sentral dari kegiatan marketing,
jika marketing tidak diikuti oleh produk yang bermutu dan disenangi oleh
konsumen maka kegiatan marketing mix ini tidak akan berhasil. Oleh sebab itu
perlu diteliti produk apa yang akan dipasarkan bagaimana selera konsumen masa
kini perlu mendapat perhatian yang serius.
P2 = Price
Maslah kebijakan harga turut menentukan keberhasilan pemasaran
produk, harga yang dimaksud di sini bukan berarti harga yang murah saja ataupun
harga tinggi akan tetapi yang dimaksudkan adalah harga yang tepat.
P3 = Place = Saluran distribusi
Sebelum produsen memasarkan produknya, maka sudah ada
perencanaan tentang pola distribusi yang akan dilakukan. Di sini penting sekali
perantara dan pemilihan saluran distribusinya. Perantara ini adalah sangat
penting karena dalam segala hal merekan berhubungan dengan konsumen.
P4 = Promotion
Anntara promosi dan produk, tidak dapat dipisahkan, ini dua
sejoli yang saling brangkulan untuk suksesnya pemasaran. Di sini ada
keseimbangan, produk baik, sesuai dengan selera konsumen, di barengi dengan
teknik promosi yang tepat akan sangat membantu suksesnya usaha marketing.
Termasuk di dalam kombinasi promosi ini adalah kegiatan-kegiatan
advertising, personal selling, promosi penjualan, publicity, yang kesemuanya
oleh perusahaan dipergunakan untuk meningkatkan penjualan.
P5 = People
Adalah unsur orang/manusia yang melayani terutama dalam
perusahaan yang menjual jasa.
P6 = Physical Evidence
Artinya bukti fisik yang dimiliki oleh perusahaan jasa.
P7 = Process
Yaitu bagaimana proses dilakukan sampai jasa yang diminta oleh
konsumen diterima secara memuaskan.
Variabel yang tidak dapat dikontrol oleh pengusaha adalah:
·
Keadaan persaingan Adalah
sulit bagi seorang pengusaha meramalkan kapan akan muncul saingan baru dalam
produk yang sama.
·
Perkembangan teknologi
Kapan akan muncul teknologi baru yang membuat proses produksi lebih efisien dan
lebih bagus juga sulit diduga.
·
Perubahan demografi Kecendrungan
perubahan penduduk juga sulit diantisipasi karena data perubahan penduduk ini
sulit diperoleh.
·
Kebijakan politik dan
ekonomi pemerintah Perubahan-perubahan peraturan pemerintah juga sulit
diantisipasi oleh para pengusaha.
·
Sumber daya alam
Adalah sulit meramalkan kapan sumber daya alam akan habis atau
kapan kapan ditemukan sumber daya alam yang baru.Walaupun variabel-variabel di
atas dianggap sebagai variabel yang tidak dapat di awasi, namun dalam beberapa
aspek sebenarnya bisa diramalkan atau dirasakan oleh pengusaha berdasarkan
pengalaman-pengalamannya dalam dunia bisnis selama ini.
9.
Market intelligent
Market intelligent ini termasuk dalam rangka pengumpulan
informasi pemasaran. Perusahaan harus mempunyai data yang merupakan informasi
pemasaranyang sangat dibutuhkan oleh manajer perusahaan. System informasi
pemasaran merupakan kegiatan orang-orang, peralatan dan prosedur untuk
mengumpulkan, menganalisa, mengevaluasi dan mendistribusikan informasi secara
tepat, akuratyang dibutuhkan oleh pembuat keputusan pemasaran. Informasi
pemasaran ini dapat diperoleh dari dalam perusahaan (internal) maupun luar perusahaan
(eksternal).
Informasi internal dapat diperoleh dari karyawan, dokumen,
catatan penjualan pada periode teretentu. Sedangkan informasi dari luar dapat
diperoleh dari berbagai sumber agen, tenaga penjual, toko pengecer, konsumen
dan lain-lain.
Comments
Post a Comment