TUGAS 8 MANAJEMEN KEUANGAN

Halo gais disini gue bakal membahas mengenai apa itu manajemen keuangan sebaiknya kita mengetahui definisi dari manajemen keuangan, definisi tersebut meliputin : Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan juga ruang lingkupnya.Manajemen keuangan adalah topik yang penting dalam bisnis. Alasannya adalah bahwa perusahaan tidak dapat berfungsi tanpa menggunakan dan mengatur dana yang tepat. Bahkan mungkin mengalami pengembangang bisnis yang terhambat

Apa itu Manajemen Keuangan?

Sebelum mengetahui fungsi dan tujuan dari sistem manajemen ini, kita harus mengetahui pengertianmengenai manajemen keuangan itu sendiri. Melalui definisi ini, banyak orang akan menghargai pentingnya konsep dan mengapa hal ini perlu dipertimbangkan dalam lingkungan bisnis yang mereka bangun.
Definisi manajemen keuangan menurut para ahli yang dapat diterima adalah seperti
S.C Kuchal  mengatakan “Manajemen Keuangan berkaitan dengan pengadaan dana dan pemanfaatannya yang efektif dalam bisnis”.
Weston dan Brigham Mengatakan bahwa manajemen keuangan adalah bidang pengambilan keputusan keuangan, menyelaraskan motif individu dan tujuan perusahaan.
Joseph & Massie : mengatakan bahwa manajemen keuangan adalah aktivitas operasional bisnis
yang bertanggung jawab untuk memperoleh dan memanfaatkan secara efektif dana yang diperlukan untuk operasi yang efisien
Sedangkan di Indonesia sendiri ada beberapa ahli seperti :
Agus Sartono
Menurut Agus Sartono, pengertian manajemen keuangan adalah semua yang berhubungan dengan pengalokasian dana dalam bermacam bentuk investasi secara efektif maupun usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi atau untuk pembelanjaan secara efisien.
Bambang Riyanto
Menurut Bambang Riyanto, pengertian manajemen keuangan adalah semua aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan usaha untuk mendapatkan pendanaan yang diperlukan dengan biaya minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan, serta usaha untuk menggunakan dana tersebut se-efisien mungkin.
Jadi pada intinya, manajemen keuangan adalah praktik yang rutin dan penting dalam lingkungan bisnis. Ini melibatkan pengelolaan sumber daya keuangan perusahaan untuk memastikan ada atau tidaknya pemborosan dan mengontrol setiap hal mengenai kegiatan keuangan perusahaan yang meliputi pengadaan dana, penggunaan dana, pembayaran, proses akuntansi, penilaian risiko dan hal-hal lain yang berkaitan dengan keuangan.
Dan itu adalah salah satu alasan itu dianggap sebagai bagian integral dari perusahaan karena, tanpa penggunaan dana yang tepat, bisnis akan hancur, karena tidak melakukan produksi atau kegiatan.
Sistem manajemen ini harus dibentuk untuk mengikuti praktik terbaik, menggunakan alat manajemen keuangan yang diperlukan dan juga menerapkan strategi yang tepat untuk meminimalkan biaya dan memastikan produksi atau kegiatan bisnis berfungsi dengan lancar.

Fungsi Manajemen Keuangan

1. Perencanaan Keuangan dan Peramalan

Manajer keuangan bertanggung jawab untuk merencanakan dan memperkirakan kebutuhan keuangan bisnis. Dia perlu memberikan perincian mengenai jumlah uang yang akan dibutuhkan untuk membeli aset yang berbeda untuk perusahaan.
Manajemen melalui manajer keuangan perlu mengetahui apa yang harus mereka keluarkan untuk modal kerja dan aset tetap untuk bisnis juga. Tugas penting lain dari manajer keuangan adalah membuat rencana kedepannya untuk dana yang dibutuhkan perusahaan.
Manajer kuangan juga harus merancang lini bisnis mana yang akan dikembangkan, direalisasikan, dan diberhentikan.

2. Penentuan Komposisi Modal

Setelah perencanaan dan peramalan dibuat, struktur modal harus diputuskan. Campuran utang dan ekuitas yang digunakan untuk membiayai peluang investasi menguntungkan masa depan perusahaan disebut sebagai struktur komposisi modal.

3. Investasi Dana

Manajer keuangan harus memastikan bahwa dana yang tersedia untuk bisnis digunakan secara memadai untuk menumbuhkan bisnis. Biaya untuk memperoleh dana dan nilai pengembalian harus selalu dibandingkan dan seimbang.
Manajer keuangan juga perlu melihat lini bisnis yang menghasilkan pengembalian lebih tinggi dan memperbaiki lini bisnis yang mengalami penurunan performa.

4. Pertahankan Likuiditas yang Tepat

Kas adalah sumber terbaik untuk menjaga likuiditas. Bisnis mengharuskannya untuk membeli bahan baku, membayar gaji dan menangani kebutuhan keuangan lainnya dari perusahaan. Namun, manajer keuangan harus menentukan apakah ada permintaan untuk aset likuid. Dia juga harus mengatur aset-aset ini sedemikian rupa sehingga bisnis tidak akan mengalami kelangkaan dana.

5. Pengelolaan Surplus

Menjual surplus aset dan berinvestasi dengan cara yang lebih produktif akan meningkatkan profitabilitas dan karenanya meningkatkan ROCE.

6. Kontrol Keuangan

Kontrol keuangan dapat ditafsirkan sebagai analisis hasil aktual perusahaan, didekati dari perspektif yang berbeda pada waktu yang berbeda, dibandingkan dengan tujuan jangka pendek, menengah dan jangka panjang dalam rencana bisnis.

Tujuan Manajemen Keuangan

Ada tujuan atau alasan perusahaan menerapkan strategi manajemen ini untuk menumbuhkan bisnis mereka. Berikut adalah tujuannya :

1. Maksimalisasi Keuntungan

Salah satu alasan perusahaan mempekerjakan manajer keuangan adalah untuk memaksimalkan laba sambil mengelola keuangan perusahaan. Keuntungan bisa di dapat dalam jangka pendek atau jangka panjang.
Tetapi fokus utamanya adalah bahwa individu atau departemen yang menangani masalah keuangan perusahaan harus memastikan bahwa perusahaan yang bersangkutan menghasilkan laba yang cukup.

2. Mobilisasi Keuangan yang Tepat

Pengumpulan dana untuk menjalankan bisnis juga merupakan bagian inti dari sebuah sistem manajemen keuangan yang perlu ditangani manajer dengan tepat.
Setelah manajer menyimpulkan estimasi jumlah yang dibutuhkan untuk proses bisnis, jumlah yang diperlukan kemudian dapat diminta dari sumber hukum apa pun seperti surat hutang, saham, atau bahkan permintaan pinjaman bank. Tetapi intinya adalah bahwa harus ada keseimbangan yang tepat antara uang yang dimiliki perusahaan dan jumlah yang dipinjam.

3. Kelangsungan Hidup Perusahaan

Kelangsungan hidup perusahaan sangat penting. Itulah salah satu alasan manajemen mempertimbangkan untuk mempekerjakan manajer keuangan yang tepat sejak awal. Manajer harus membuat keputusan keuangan yang memadai untuk memastikan perusahaan berhasil.

4. Koordinasi Yang Benar

Harus ada pemahaman dan korporasi yang tepat antara berbagai departemen. Departemen keuangan harus memahami dan setuju dengan departemen lain dalam perusahaan agar bisnis berfungsi dengan lancar.

5. Menurunkan Biaya Modal

Manajer keuangan juga mencoba yang terbaik untuk mengurangi biaya modal, yang merupakan sesuatu yang vital bagi bisnis. Mereka memastikan uang yang dipinjam menarik sedikit suku bunga sehingga perusahaan dapat memaksimalkan keuntungan.

Ruang Lingkup pada Manajemen Keuangan

Dibawah ini adalah hal-hal yang berdampak langsung dengan sistem manajemen keuangan pada sebuah bisnis :
Keputusan investasi, termasuk investasi dalam aset tetap (disebut penganggaran modal). Investasi dalam aset lancar juga merupakan bagian dari keputusan investasi yang disebut sebagai keputusan modal kerja.
Keputusan keuangan, hal ini berhubungan dengan peningkatan keuangan dari berbagai sumber daya yang akan tergantung pada keputusan tentang jenis sumber, periode pembiayaan, biaya pembiayaan dan pengembaliannya.
Keputusan dividen Manajer keuangan harus mengambil keputusan sehubungan dengan distribusi laba bersih. Laba bersih umumnya dibagi menjadi dua:
  • Dividen untuk pemegang saham – Dividen dan persentase pembagiaannya harus diputuskan.
  • Saldo laba – Jumlah laba ditahan harus disesuaikan karena ini akan bergantung pada rencana ekspansi dan diversifikasi perusahaan.

Cash Flow

Laporan Cash Flow. Statement of cash flow atau laporan arus kas merupakan laporang yang berisi mengenai informasi yang berhubungan antara penerimaan dan pengeluaran kas pada suatu perusahaan selama periode tertentu.

Kegunaan dari laporan cash flow adalah agar dapat mengetahui realisasi penerimaan serta pengeluaran kas suatu perusahaan, dengan harapan dapat mengetahui potensi realisasi kas di masa yang akan datang nanti. Selain dapat mengetahui potensi realisasi kas di masa yang akan datang, kegunaan lain dari statement of cash flow atau laporan arus kas adalah untuk mengetahui potensi kemampuan dari suatu perusahaan agar dapat membagikan dividen dalam bentuk kas.

Beberapa orang sering berpendapat bahwa “saldo akhir kas sudah ada di neraca”. Pendapat tersebut benar bahwa pada neraca sudah pasti tercantum saldo akhir kas, tetapi belum secara terperinci atau detail mengenai asal kas tersebut dan untuk apa saja kas tersebut digunakan atau dikeluarkan. Maka dari itu perlu dibuat suatu laporan cash flow demi mengatasi permasalahan itu.

Di dalam laporan cash flow terdapat tiga elemen, yaitu:

1. Operating Activities atau Arus Kas dari Kegiatan Usaha

Operating Activities atau Arus Kas dari Kegiatan Usaha merupakan arus kas yang berasal dari kegiatan usaha suatu perusahaan baik dalam bentuk pemasukan ataupun pengeluaran. Kegiatan yang telah diklasifikasikan ke dalam suatu kelompok ini akan tercermin atau terlihat pada laporan laba rugi perusahaan. Contohnya: penerimaan uang dari customer, pengeluaran uang untuk membayarkan hutang dan gaji karyawan, penerimaan dividen, pelunasan pajak dan penerimaan bunga.

2. Investing Activities atau Arus Kas dari Kegiatan Investasi

Investing Activities atau Arus Kas dari Kegiatan Investasi merupakan arus kas yang berasal dari kegiatan investasi suatu perusahaan baik dalam bentuk pemasukan ataupun pengeluaran. Kegiatan yang telah diklasifikasikan ke dalam suatu kelompok ini merupakan semua kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas penjualan dan pembelian dari aktiva perusahaan serta kegiatan yang berhubungan dengan piutang perusahaan dengan entitas lain. Misalnya: penjualan mesin lama dan pembelian mesin baru.

3. Financing Activities atau Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan

Financing Activities atau Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan merupakan arus kas yang berasal dari kegiatan pendanaan pada suatu perusahaan. Contohnya: emisi saham, pelunasan kredit dari bank, penjualan obligasi, pembayaran dividen.

Cara Pembuatan Laporan Cash Flow Secara Langsung (Direct)

Langkah-langkah Membuat Laporan Cash Flow:

Terdapat dua sumber data yang dibutuhkan dalam membuat laporan cash flow, yaitu:

1. Laporan laba rugi dari periode yang sedang berlangsung

2. Neraca periode dari periode yang sedang berlangsung dengan neraca dari periode sebelumnya

Dalam menyusun laporan cash flow (statement of cash flow) sebenarnya terdapat dua metode, yaitu metode tidak langsung dan langsung tetapi disini saya hanya akan memberi tahukan cara membuat laporan cash flow secara langsung.

A. Metode Tidak Langsung

Di dalam metode tidak langsung, dalam membuat laporan cash flow disusun menjadi tiga leemen, pada elemen kas dari suatu kegiatan usaha diletakan di paling atas, kemudian diikuti oleh dua elemen berikutnya yaitu arus kas yang berasal dari kegiatan investasi dan arus kas yang berasal dari kegiatan pendanaan.

B. Metode Langsung 

Elemen pada laporan cash flow dengan menggunakan direct method pada dasarnya hampir sama dengan laporan cash flow dengan menggunakan indirect method, yang menjadi perbedaan yaitu langkah-langkah dan sumber datanya. Langkah dalam pembuatan laporan cash flow dengan direct method, sumber datanya yaitu:

1. Buku Kas Bank

2. Buku Kas Kecil (Petti Cash)

Agar lebih jelas, berikut akan diberikan contoh langkah-langkah dalam membuat Laporan Cash Flow  dengan menggunakan metode langsung (direct)

Terdapat empat langkah dalam penyusunan laporan cash flow dengan direct method, yaitu sebagai berikut:

Langkah 1. Melakukan Pemeriksaan Silang

Pemeriksaan silang dilakukan antara buku kas bank, rekening koran atau bank statement, bonggol check dan buku kas kecil. Apabila rekonsiliasi bank dan rekonsiliasi kas kecil sudah dilaksanakan secara teratur maka langkah pertama ini bisa Anda lewati.

Langkah 2. Eliminasi Semua Transaksi Silang Antar Buku Kas

Langkah 3Melakukan Pengklasifikasian Antar Semua Jenis Pengekuaran dan Pemasukan Kas ke Dalam Elemen Laporan Cash Flow

Pada langkah ketiga tentunya akan memakan banyak waktu, tetapi apabila Anda membuatnya pada saat semua catatan sudah selesai dan laporan cash flow harus selesai. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini yaitu dengan melakukan pekerjaan pada langkah ini sejak awal dan dilakukan secara rutin atau setiap hari maka dengan begitu langkah ini akan terasa lebih ringan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa elemen laporan cash flow termasuk kedalam kegiatan operasi, kegiatan investasi dan kegiatan pendanaan.

Dalam menentukan transaksi apa saja yang terklasifikasi ke dalam masing-masing kegiatan tersebut, dapat menggunakan panduan berikut.
Kegiatan Operasi

Yang termasuk ke dalam kegiatan operasi yaitu semua transaksi yang berhubungan dengan kegiatan utama suatu perusahaan. Kegiatan utama perusahaan merupakan semua transaksi yang akan masuk ke dalam laporan Laba/Rugi yaitu transaksi revenue atau pendapatan, harga pokok penjualan dan biaya operasional.
Kegiatan Investasi

Yang termasuk kedalam kegiatan investasi yaitu semua transaksi yang berhubungan dengan penjualan dan pembelian dari aktiva tetap, penerimaan kas dari piutang, pegembalian cash bon atau cash advance advance, pengeluaran kas yang dapat menyebabkan piutang meningkat, termasuk juga dalam hal ini yaitu pemberian cash advance, biaya uang muka dan deposit.
Kegiatan Pendanaan

Yang termasuk kedalam kegiatan pendanaan yaitu semua transaksi yang berhubungan dengan modal dan kewajiban perusahaan, misalnya pengeluaran kas untuk melunasi hutang perusahaan, penerimaan kas dari hasil hutang baru atau credit loans dan bank loans. Penerimaan atas penjualan surat berharga lainnya dan saham.

Langkah 4. Menyusun Laporan Cash Flow

Setelah melakukan langkah-langkah dari satu sampai tiga maka selanjutnya merupakan penyusunan laporan cash flow. Untuk penyusunan laporan cash flow tersebut caranya dengan menjumlahkan tiap jenis kegiatan yang telah diklasifikasikan sesuai dengan jenis kegiatannya sehingga nantinya akan terbentuk laporan cash flow.

Saat Anda mempraktikan langkah-langkah diatas maka tidak perlu lagi memikirkan tentang eliminasi atas transaksi accrual atau transaksi non cash basis. Karena pengelompokan yang telah dilakukan pada buku kas. Hal tersebut mengakibatkan apapun jenis transaksinya maka sudah dapat dipastikan menggunakan kas. Dalam mempermudah pemahaman Anda mengenai penyusunan laporan cash flow dengan menggunakan direct method, berikut contohnya.

Contoh bentuk buku kas bank:
Contoh bentuk buku petty cash:
Langkah selanjutnya yaitu:

1. Menambahkan dua kolom baru pada sebelah kiri kolom transaksi, yaitu kolom Kegiatan dan Credit Acct.

2. Pada Credit Acct, masukan lawan rekening dari tiap transaksi.

3. Pada kolom Kegiatan, masukan salah satu jenis kegiatan yang sesuai dengan elemen pada laporan cash flow.

Pada akhirnya tampilan dari buku laporan cash flow dengan direct method akan seperti berikut:


Lakukan hal yang sama untuk menyusun laporan pada buku petty cash. Selanjutnya gabungkan kedua buku kas tersebut yaitu buku kas bank dan buku petty cash. Apabila sudah digabungkan, langkah selanjutnya yaitu menghitung sub total.

Penyusunan laporan cash flow dengan menggunakan direct method atau metode langsung lebih kompleks dibanding peyusunan dengan menggunakan indirect method atau metode tidak langsung.

Berikut template bentuk laporan cash flow standard yang dapat Kita gunakan:


Kesimpulan Tentang Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan sangat penting bagi perusahaan mana pun, baik kecil maupun besar. Ini seperti garis hidup bisnis. Ini juga merupakan aktivitas vital yang harus dilakukan di organisasi mana pun.
Namun, sistem manajemen ini juga memerlukan proses perencanaan, pengorganisasian, pemantauan dan juga pengendalian sumber daya keuangan suatu organisasi. Gagasan untuk melakukan itu adalah untuk dapat mencapai visi atau tujuan perusahaan pada kerangka waktu yang ditentukan.
Dengan kata lain, penggunaan dana bisnis penting. Itulah alasan kenapa sistem manajemen keuangan seperti ruang mesin perusahaan dan dapat memengaruhi setiap departemen lainnya jika tidak ditangani dengan benar jadi sampai disini aja gais Demikian lah pembahasan mengenai manajemen keuangan serta langkah-langkah pembuatan laporan metodenya Terimakasih telah berkunjung.

Comments